|
Kristen Sejati |
|
|
|
Yesus Kristus adalah YHWH Perjanjian Lama (Oleh : Yohannes) |
|
Pembahasan kali ini
adalah ucapan-ucapan
egw eimi, egô eimi (Ibrani ANI HU,
Aku ada, Akulah Dia) dalam Injil Yohanes dengan
sengaja mengacu pada ucapan-ucapan yang serupa dalam Kitab Yesaya dan demikian
menyamakan Yesus Kristus dengan YHWH Perjanjian Lama. Ucapan-ucapan yang
dimaksud adalah
egw eimi, egô eimi yang tidak memiliki predikat termasuk segala ucapan
egw eimi, egô
eimi yang tidak diikuti dengan kiasan seperti "Roti Hidup" atau
"Gembala Yang baik." Ucapan itu dalam Injil Yohanes tidak hanya
mempergunakan nama yang hanya dapat dipergunakan oleh YHWH, melainkan mengacu
juga kepada konteks dari beberapa ayat dalam Yesaya yang menegaskan hak YHWH
untuk menyelamatkan Israel. Sebab, Dia-lah YHWH satu-satunya dan tidak ada
ilah lain di hadapan-NYA. Menurut Injil Yohanes, Yesus Kristus memberlakukan
bagi diri-NYA kata-kata yang mula-mula diucapkan oleh YHWH dalam konfrontasi
dengan ilah-ilah asing.
Para
ahli yang meneliti Injil Yohanes sudah lama menyadari bahwa penggunakan ANI HU dalam kitab Yesaya sejajar dengan
egw eimi, egô eimi dalam Injil Yohanes. Dari bukti yang ada, ternyata
bukan hanya kata-kata
egw eimi, egô eimi saja, melainkan juga cara
merumuskan ucapan ini dalam Injil Yohanes mengacu pada perikop-perikop dalam
Kitab Yesaya yang membuat arti ucapan Yesus Kristus lebih jelas lagi.
Ungkapan percaya, bahwa Akulah Dia dan tahu, bahwa Akulah
Dia mengingatkan pembaca akan ucapan-ucapan dalam Perjanjian Lama
yang dihubungkan secara khusus dengan pengetahuan dan kepercayaan akan YHWH.
§
Yohanes 8:24, "Karena itu tadi Aku berkata
kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak
percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam
dosamu."
Stephanus Textus Receptus, "eipon {berkata}
oun {oleh karena itu}
umin {kepadamu}
oti {bahwa}
apoqaneisqe {kamu akan mati}
en {dalam}
taiV amartiaiV
{dosa}
umwn
{-mu}
ean
{jika}
gar
{karena}
mh {tidak}
pisteushte {percaya}
oti {bahwa}
egw {AKU}
eimi {ADA}
apoqaneisqe
{kamu akan mati}
en {dalam}
taiV amartiaiV {dosa}
umwn {-mu}" – "eipon oun humin hoti apothaneisthe en tais
hamartiais humôn ean gar mê pisteusête hoti egô eimi
apothaneisthe en tais hamartiais humôn"
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "I said, therefore, to you that you will go to your MAVET in your AVEROS,
for if you do not have EMUNAH that ANI HU,
you will die in your CHATTA'IM."
§
Yohanes 8:28, "Maka kata Yesus: 'Apabila
kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah
Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri,
tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa
kepada-Ku.'"
Stephanus Textus Receptus, "eipen {berkata}
oun {oleh karena itu}
autoiV {kepada mereka}
o ihsouV
{Yesus}
otan
{ketika}
uywshte {kamu sudah meninggikan}
ton uion {Anak}
tou anqrwpou {Manusia}
tote {pada waktu itu}
gnwsesqe
{kamu akan mengetahui}
oti {bahwa}
egw {AKU}
eimi {ADA}
kai {dan}
ap
{dari}
emautou {diri-Ku sendiri}
poiw {Aku berbuat}
ouden {tidak suatupun}
alla {melainkan}
kaqws {seperti}
edidaxen
{sudah mengajarkan}
me {Aku}
o pathr {Bapa}
mou {-Ku}
tauta {hal-hal ini}
lalw {Aku berbicara}" - "eipen oun autois ho iêsous hotan
hupsôsête ton huion tou anthrôpou tote gnôsesthe hoti egô eimi
kai ap hemautou poiô ouden alla kathôs edidaxen me ho patêr mou tauta lalô"
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "Therefore, Rebbe, Melech HaMoshiach said to them, 'When you
perform the HAGBA of the BEN HAADAM, you will have DA'AS that ANI
HU, and from myself I do
nothing, but as HAAV of me taught me,
these things I speak."
Kata-kata
yang menyertai ucapan
egw eimi, egô eimi dalam Injil Yohanes juga
mengacu pada latar belakangnya dalam Kitab Yesaya. Yesaya memberi latar
belakang utama dari ucapan
egw eimi, egô eimi dalam Injil Yohanes. Bukan
hanya kata-kata dari rumusan itu yang mengarahkan perhatian pembaca kepada
Kitab Yesaya, melainkan juga perumusannya. Perhatikan struktur dua ayat
berikut ini yang maknanya mungkin lebih dari sekedar mengatakan bahwa Yesus
adalah Kristus.
§
Yesaya 52:6, "Sebab itu umat-Ku akan
mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah
Dia yang berbicara, ya Aku!"
Ben Asher Morphological Hebrew Text, "LAKEN {oleh karena itu} YEDA {akan mengenal} AMI
{umat-Ku} SYEMI {nama-Ku} LAKEN {oleh karena itu} BAYOM {pada hari} HAHU
{itu} KI-ANI-HU {sebab AKU-lah
DIA} HAMEDABER {yang
berbicara} HINENI {lihatlah}"
Septuaginta,
"dia
{oleh}
touto {itu}
gnwsetai {akan mengenal}
o laoV {umat}
mou {-Ku}
to onoma {nama}
mou {-Ku}
en {pada}
th hmera {hari}
ekeinh {itu}
oti {bahwa}
egw {AKU}
eimi {ADA}
autoV {Dia}
o {yang}
lalwn {berbicara}
pareimi
{lihatlah}" – "dia touto gnôsetai ho laos mou to onoma mou en tê
hêmera ekeinê hoti egô eimi autos ho lalôn pareimi"
§
Yohanes 4:26, "Kata Yesus kepadanya: 'Akulah
Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.'"
Stephanus Textus Receptus, "legei {berkata}
auth {kepadanya}
o ihsouV {Yesus}
egw {AKU}
eimi {ADA}
o {yang}
lalwn {berbicara}
soi {denganmu}" -
"legei autê ho iêsous egô eimi ho lalôn soi"
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "Yehoshua says to her, 'ANI HU,
the one speaking to you.'"
Dengan
menyatakan Akulah Dia (egw eimi, egô
eimi), Yesus Kristus mengucapkan kata-kata YHWH yang akan digenapi pada
waktu Ia datang kelak untuk menebus Zion.
§
Yohanes 8:18, "Akulah
yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku,
bersaksi tentang Aku."
Stephanus Textus Receptus, "egw {AKU}
eimi {ADA}
o {yang}
marturwn
{bersaksi}
peri {tentang}
emautou {diri-Ku sendiri}
kai {dan}
marturei {bersaksi}
peri {tentang}
emou {Aku}
o {yang}
pemqaV {mengutus}
me {Aku}
pathr {Bapa}" – "egô
eimi ho marturôn peri emautou kai marturei peri emou ho
pemthas me patêr"
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "ANI HU the one giving solemn EDUT about myself and the One having sent me, HAAV, gives solemn EDUT
about me."
Kita
mulai dengan ucapan Yesus Kristus bahwa Dialah yang bersaksi tentang diri-NYA
sendiri (egw eimi marturwn
peri emautou, egô eimi ho marturôn
peri emautou). Ucapan ini sangat mungkin mencerminkan kata-kata dari
Yesaya 43:10 dan juga apa yang dikatakan tentang seorang saksi dalam Ulangan
19:15.
§
Yesaya 43:10, "'Kamu inilah
saksi-saksi-Ku,' demikianlah firman TUHAN, 'dan hamba-Ku yang telah Kupilih,
supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap
Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak
akan ada lagi.'"
Ben Asher Morphological Text, "ATEM {kamu} EDAY {saksi-saksi-Ku} NE'UM-YHWH {firman TUHAN} VE'AVDI
{dan abdi-Ku} ASYER {yang} BAKHARTI {Aku sudah memilih} LEMA'AN {supaya} TED'U
{kamu mengetahui} VETA'AMINU {dan kamu
percaya} LI {kepada-Ku} VETAVINU {dan kamu mengerti} KI-ANI {karena AKULAH}
HU {DIA}
LEFANAY {sebelum Aku} LO-NOTSAR {tidak dibentuk} EL {Allah} VE'AKHARAY
{dan lain dari Aku} LO {tidak} YIHYEH {ada}"
Septuaginta,
"genesqe {menjadi}
moi {-Ku}
martureV {saksi-saksi}
kagw {dan -Ku}
martuV {saksi}
legei {firman}
kurioV {Tuhan}
o qeoV {Allah}
kai {dan}
o paiV {hamba}
on {yang}
exelexamhn {Aku sudah memilih}
ina {supaya}
gnwte {mengetahui}
kai {dan}
pisteushte
{percaya}
kai {dan}
sunhte {mengerti}
oti {bahwa}
egw {AKU}
eimi {ADA}
emprosqen
{sebelum}
mou {Aku}
ouk {tidak}
egeneto {menjadi}
alloV {yang lain}
qeoV {Allah}
kai {dan}
met {selain}
eme {Aku}
ouk {tidak}
estai{ada}" - "genesthe moi martures kagô martus legei kurios ho
theos kai ho pais hon exelexamên hina gnôte kai pisteusête kai sunête hoti egô
eimi emprosthen mou ouk egeneto allos theos kai met eme ouk estai"
Kemiripan
Yohanes 8:18 dan 4:26 barangkali dimaksudkan untuk mengingatkan pembaca
tentang apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus dalam ayat pertama itu. Sama
seperti ucapan
egw eimi, egô eimi dalam Yohanes 4:26, perumusannya dalam 8:18 sangat
aneh. Jika Yesus Kristus ingin berkata, "Aku bersaksi tentang
diri-Ku", maka Ia dapat mengatakan saja
egw marturw, egô
marturô yang lebih sederhana dari
egw eimi marturwn peri emautou, egô eimi marturôn peri
emautou. Sama seperti dalam 4:26, keanehan itu mungkin disebabkan
penggunaan bahan latar belakang oleh Yohanes. Tetapi, tidak seperti dalam
4:26 tidak terdapat kesejajaran bentuk bagi 8:18 dalam Septuaginta.
Teks
Ibrani dari Yesaya 43:10 tampaknya menyamakan Israel dengan Hamba Tuhan
sebagai seorang saksi, jadi tepatlah terjemahan "Kamu inilah
saksi-saksi-Ku, demikianlah firman TUHAN, dan hamba-Ku yang telah
Kupilih." Ada kemungkinan hamba Tuhan adalah saksi yang tersendiri,
sebab hamba itu berbentuk tunggal, padahal Israel berbentuk jamak. Tetapi
karena "Hamba-Ku" (avdi)
disamakan dengan Israel di tempat lain, maka tidak mungkin demikian halnya.
Dalam Septuaginta Yesaya 43:10 berbicara tentang tiga saksi:
"orang-orang yang disapa, YHWH sendiri, dan Hamba-Nya, ketiganya memberi
kesaksian tentang keunikan YHWH orang Ibrani."
Tampaknya
tidak mungkin Yohanes mengikuti teks Ibrani dari ayat ini, karena di situ
tidak ada peranan YHWH sebagai saksi, dan karena itu tidak ada kesejajaran
Yesus Kristus dan Bapa yang keduanya bersaksi dalam Yohanes. Yohanes tampaknya
memakai tradisi yang serupa dengan Septuaginta, bukan teks Masora. Dalam
Targum ayat itu menyebut dua saksi, bukan hanya satu seperti teks Masora,
tetapi bukan YHWH melainkan Kristus yang merupakan saksi kedua. Targum Yahudi
menulis, "'Kamulah saksi', firman TUHAN, 'dan hamba-Ku Hamasyiakh yang berkenan kepada-Ku, supaya kamu
dapat mengetahui dan percaya di hadapan-Ku dan mengerti bahwa Akulah
Dia'".
Lebih
dahulu (Yesaya 43:9), YHWH berseru kepada Israel untuk menjadi saksi bagi
Dia. YHWH juga adalah saksi, demikian pula hamba yang dipilih-Nya. Jika
sebutan Yesus Kristus terhadap dirinya sebagai saksi, merupakan kutipan
Yesaya 43:10, maka bukan
egw eimi, egô eimi melainkan kata-kata di
sekitarnya yang membuat maknanya jelas dalam Injil Yohanes. Yesus Kristus
mengambil peran saksi dari nats dalam kitab Yesaya tersebut dan menerapkannya
kepada diri-Nya sendiri.
Pemakaian
Perjanjian Lama secara demikian lebih cocok dengan cara memakai ucapan
egw eimi, egô
eimi lengkap dengan predikat -- misalnya "Akulah [egw eimi, egô
eimi] terang dunia", Yohanes 8:12 -- dari dengan ucapan yang tidak
mempunyai predikat. Dalam Yohanes 6:35,
egw eimi, egô
eimi secara eksplisit digunakan untuk menerapkan gagasan Perjanjian Lama
kepada Yesus Kristus dan ini merupakan preseden bagi pemakaian ungkapan itu
dalam Yohanes 8:18.
Dalam
Kitab Yesaya, YHWH berbicara tentang sifat hamba yang dipilih-Nya dan yang
dipanggil-Nya untuk menjadi saksi bagi Dia.
§
Yesaya 42:6-7, "Aku ini, TUHAN, telah
memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku
telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat
manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta,
untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan
orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara."
Ben Asher Morphological Hebrew Text, "ANI {Aku} YHWH {TUHAH} QRATIKA
{sudah memanggil engkau} VETSEDEQ
{dalam kebenaran} VE'AKHZEQ {dan
memegang} BEYADEKA {pada tanganmu} VE'ETSORKA {dan menjaga engkau} VE'ETENKA {dan memberi engkau} LIVRIT {untuk menjadi perjanjian} AM {orang banyak} LE'OR
{untuk menjadi terang} QOYIM
{bangsa-bangsa} LIFQOAKH {untuk
membuka} EYNAYIM {mata} IVEROT {orang-orang buta} LEHOTSI {untuk membawa keluar} MIMASGER {dari dalam penjara} ASIR {orang-orang hukuman} MIBEYT {dari rumah} KELE
{penjara} YOSYVEY {mereka yang duduk} KHOSYEK {dalam kegelapan}"
Septuaginta,
"egw
{Aku}
kurioV {Tuhan}
o qeoV {Allah}
ekalesa {sudah memanggil}
se {engkau}
en {dalam}
dikaiosunh {kebenaran}
kai {dan}
krathsw
{memegang}
thV ceiroV {tangan}
sou {-mu}
kai {dan}
eniscusw {menguatkan}
se {engkau}
kai {dan}
edwka {memberi}
se {engkau}
eiV {kepada}
diaqhkhn {perjanjian}
genouV {orang banyak}
eiV {kepada}
fwV {terang}
eqnwn {bangsa-bangsa}
anoixai {membuka}
ofqalmouV {mata}
tuflwn {orang-orang buta}
exagagein {mengeluarkan}
ek {dari}
desmwn {penjara}
dedemenouV
{orang-orang hukuman}
kai {dan}
ex {dari}
oikou {rumah}
fulakhV {penjara}
kaqhmenouV
{mereka yang tinggal}
en {dalam}
skotei {kegelapan}" - "egô kurios ho theos
ekalesa se en dikaiosunê kai kratêsô tês kheiros sou kai eniskhusô se kai
edôka se eis diathêkên genous eis phôs ethnôn anoixai ophthalmous tuphlôn
exagagein ek desmôn dedemenous kai ex oikou phulakês kathêmenous en skotei"
Dalam
Yesaya 43:8-13 pentingnya kesaksian dihubungkan dengan
egw eimi, egô
eimi atau ANI HU yang diucapkan oleh YHWH dan juga
keseluruhannya diarahkan kepada pemindahan kebutaan umat dan keselamatan
bangsa-bangsa. Sebagai orang yang menjadi terang untuk bangsa-bangsa, hamba
YHWH harus bersaksi tentang Dia. Teks Yunani dari Yesaya menyebutkan bahwa
YHWH akan bersaksi tentang Hamba itu, seperti Bapa bersaksi tentang Yesus
Kristus dalam Injil Yohanes. Karena itu ketika Yesus Kristus mengatakan bahwa
Ia bersaksi, Ia mengambil alih tugas yang dipercayakan kepada Hamba itu dalam
kitab Yesaya. Peran Yesus Kristus sebagai saksi yang sah mulai dibicarakan
dalam Injil Yohanes ketika Ia berkata bahwa Dia adalah Terang Dunia yang akan
memberi terang hidup kepada mereka yang mengikuti-Nya (Yohanes 8:12-13).
Pernyataan
Yesus Kristus tentang diri-Nya sebagai terang dunia juga didasarkan pada
perikop dalam kitab Yesaya. Menarik untuk diperhatikan bahwa orang Yahudi
menuduh Yesus Kristus mengemukakan kesaksian yang tidak benar (ouk estin alhqhV, ouk
estin alêthês, Yohanes 8:13). Dalam kitab Yesaya YHWH memanggil dunia
untuk mendengar dan bersaksi, 'emet, Benar
demikian (alhqhV, alêthês, Yesaya 43:9). Jika bangsa-bangsa tidak bisa
mengemukakan saksi-saksi mereka sendiri, biarlah mereka mendengarkan apa yang
dikatakan YHWH dan mengakui kesaksian YHWH benar. Hal yang sama terungkap
dalam pernyataan Yesus Kristus.
Yesus
Kristus memenuhi tugas seorang hamba dan karena itu kesaksian-Nya itu benar,
sebab hamba yang dipilih itu ditugaskan untuk bersaksi dan membawa terang.
Dalam Injil Yohanes, "Bapa yang mengutus aku" (o pemqaV me pathr, ho
pemthas me patêr) sejajar dengan "hamba yang Kupilih" (ve'avdi asyer bakharti,
o paiV on exelexamhn, ho
pais hon exelexamên). Yesus Kristus menyamakan diri dengan Israel tatkala
Ia menyebut diri-Nya sebagai pokok anggur yang benar (Yohanes 15:1, 5).
Menurut
Yohanes 8:18, Bapa dan Yesus Kristus sama-sama menggenapi apa yang dikatakan
Yesaya dan juga menggenapi -- secara tidak langsung -- apa yang diminta
sebagai syarat yang benar menurut Ulangan 19:15. Hal yang sama dijumpai dalam
1 Samuel 12:5 di mana Septuaginta mengikuti teks Ibrani.
§
1 Samuel 12:5, "Lalu berkatalah ia kepada
mereka: 'TUHAN menjadi saksi kepada kamu, dan orang yang diurapi-Nyapun
menjadi saksi pada hari ini, bahwa kamu tidak mendapat apa-apa dalam
tanganku.' Jawab mereka: 'Dia menjadi saksi.'"
Ben Asher Morphological Hebrew Text, "VAYOMER {dan ia berkata} ALEYHEM {kepada mereka} ED {menjadi saksi} YHWH
{TUHAN} BAKEM {kepadamu} VE'ED {dan menjadi saksi} MESYIKHO {Mesias-Nya, orang yang diurapi-Nya} HAYOM {hari} HAZEH
{ini} KI {karena} LO {tidak} METSATEM
{menemukan} BEYADI {pada tanganku} ME'UMAH {sesuatu} VAYOMER
{dan mereka berkata} ED {menjadi
saksi}"
Septuaginta,
"kai
{dan}
eipen {berkata}
samouhl {Samuel}
proV {kepada}
ton laon {orang banyak}
martuV {menjadi saksi}
kurioV {Tuhan}
en {kepada}
umin {kamu}
kai {dan}
martuV {menjadi saksi}
cristoV {Kristus, orang yang diurapi}
autou {-Nya}
shmeron {hari ini}
en {pada}
tauth {ini}
th hmera
{hari}
oti
{bahwa}
ouc
{tidak}
eurhkate {dijumpai}
en {pada}
ceiri {tangan}
mou {-ku}
ouqen {suatu pun}
kai {dan}
eipan {mereka berkata}
martuV {menjadi saksi}" - "kai eipen
samouêl pros ton laon martus kurios en humin kai martus khristos autou
sêmeron en tautê tê hêmera hoti oukh eurêkate en kheiri mou outhen kai eipan
martus"
Dalam
Yohanes 8:18, Yesus dilihat sebagai
cristoV, khristos (Kristus, Yang diurapi) dan
bersaksi bersama-sama dengan Bapa, sama seperti orang yang diurapi itu bersaksi
untuk membela Samuel. Sebagai Kristus, Yesus dapat bersaksi tentang diri-Nya
dan tidak usah memanggil dua saksi seperti yang dilakukan oleh Samuel. Tidak
dapat dipastikan apakah keserupaan antara kedua ayat tersebut dapat
membuktikan bahwa dalam Yohanes 8 Yesus dilihat sebagai Kristus. Pernyataan
Yesus Kristus tentang diri-Nya sebagai saksi boleh jadi berasal dari
Perjanjian Lama. Mengingat adanya hal-hal lain yang serupa antara Yohanes 8
dan Yesaya 42-43, lebih mungkin bila nats dari Kitab Yesaya dilihat sebagai
latar belakang terhadap pernyataan Yesus Kristus tersebut.
Bila
benar pernyataan Yesus Kristus tentang diri-Nya sendiri sebagai saksi,
mengacu kepada kesaksian hamba Tuhan dalam Yesaya 43:10, kita dapat
mempertanyakan apa isi kesaksian hamba itu? Di sinilah latar belakang dari
ucapan
egw eimi, egô eimi dan ucapan-ucapan yang serupa dalam Yohanes 8:24 dan 28
menyentuh soal pluralisme. Hamba itu memberi kesaksian tentang pernyataan
YHWH yang menyatakan diri-Nya sebagai Allah dan Juruselamat satu-satunya.
Di
sini monotheisme Yesaya kelihatan sejelas-jelasnya. Israel dapat bersaksi
bahwa hanya YHWH saja Allah, bahwa Ia kekal. Israel dapat bersaksi tentang
kuasa dan kebebasan-Nya, karena Israel telah mengalami kuasa dan kebebasan
itu dalam sejarah mereka. Hanya YHWH saja yang menghakimi dan menyelamatkan;
tiada ilah atau manusia yang dapat menghalangi karya-Nya.
Yesus
Kristus mengemban tugas bersaksi yang disebutkan dalam Yesaya 43:10 dan
dengan demikian secara tak langsung Ia bersaksi juga tentang kuasa untuk
menyelamatkan yang dimiliki oleh YHWH saja. Dengan menyebut diri-Nya sebagai
egw eimi, egô
eimi, Yesus Kristus juga menyatakan secara tak langsung bahwa keselamatan
itu terjadi melalui diri-Nya sendiri. Ucapan
egw eimi, egô
eimi berikut dalam Yohanes 8 menegaskan hanya Yesus Kristus adalah
YHWH dan Dia saja yang menyelamatkan.
§
Yohanes 8:24, "Karena itu tadi Aku berkata
kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak
percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam
dosamu."
Stephanus Textus Receptus, "eipon {berkata}
oun {oleh karena itu}
umin {kepadamu}
oti {bahwa}
apoqaneisqe {kamu akan mati}
en {dalam}
taiV amartiaiV
{dosa}
umwn
{-mu}
ean
{jika}
gar
{karena}
mh {tidak}
pisteushte {percaya}
oti {bahwa}
egw {AKU}
eimi {ADA}
apoqaneisqe
{kamu akan mati}
en {dalam}
taiV amartiaiV {dosa}
umwn {-mu}" – "eipon oun humin hoti apothaneisthe en tais
hamartiais humôn ean gar mê pisteusête hoti egô eimi
apothaneisthe en tais hamartiais humôn"
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "I said, therefore, to you that you will go to your MAVET in your AVEROS,
for if you do not have EMUNAH that ANI HU,
you will die in your CHATTA'IM."
§
Yohanes 8:28, "Maka kata Yesus: 'Apabila
kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah
Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri,
tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa
kepada-Ku.'"
Stephanus Textus Receptus, "eipen {berkata}
oun {oleh karena itu}
autoiV {kepada mereka}
o ihsouV
{Yesus}
otan
{ketika}
uywshte {kamu sudah meninggikan}
ton uion {Anak}
tou anqrwpou {Manusia}
tote {pada waktu itu}
gnwsesqe
{kamu akan mengetahui}
oti {bahwa}
egw {AKU}
eimi {ADA}
kai {dan}
ap
{dari}
emautou {diri-Ku sendiri}
poiw {Aku berbuat}
ouden {tidak suatupun}
alla {melainkan}
kaqws {seperti}
edidaxen
{sudah mengajarkan}
me {Aku}
o pathr {Bapa}
mou {-Ku}
tauta {hal-hal ini}
lalw {Aku berbicara}" - "eipen oun autois ho iêsous hotan
hupsôsête ton huion tou anthrôpou tote gnôsesthe hoti egô eimi
kai ap hemautou poiô ouden alla kathôs edidaxen me ho patêr mou tauta lalô"
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "Therefore, Rebbe, Melech HaMoshiach said to them, 'When you
perform the HAGBA of the BEN HAADAM, you will have DA'AS that ANI
HU, and from myself I do
nothing, but as HAAV of me taught me,
these things I speak."
Dalam
ayat 18, Akulah Dia (egw eimi, egô
eimi) menyatakan tugas Yesus Kristus, tetapi ayat 24 dan 28 terutama
menyebut tentang jati diri-Nya. Orang yang memperkenalkan diri dengan rumusan
ini hendak menyatakan sesuatu yang penting dan unik tentang
"aku"-nya. Yang penting dalam kedua ayat ini ialah tentang tahu
(Yunani
ginosko, ginosko, Ibrani da'at)
atau percaya (Yunani
pisteuw, pisteuô, Ibrani emunah) bahwa
egw eimi, egô
eimi.
Menanggapi
pernyataan Yesus Kristus tentang diri-Nya itu, orang Yahudi bertanya,
"Siapakah Engkau?". Pertanyaan ini menunjukkan bahwa mereka pun
memahami jika mereka tidak mau mati dalam dosa mereka, maka mereka harus
mengenal Yesus Kristus. Ungkapan
egw eimi, egô eimi secara harfiah berarti Aku
adalah dan dari segi tata bahasa belumlah lengkap dan masih
membutuhkan predikat -- misalnya "Aku adalah Gembala" (egw eimi o poimhn, egô
eimi ho poimên) -- supaya jelas artinya. Tetapi dalam ayat 24 dan 28
tidak terdapat suatu predikat yang melengkapi frasa
egw eimi, egô
eimi tersebut agar menjadi jelas siapa Yesus Kristus.
Perkataan
egw eimi, egô eimi yang terdapat dalam kitab Yesaya dan Injil Yohanes
tanpa predikat -- yang eksplisit atau implisit -- tidak mempunyai arti secara
mandiri dalam bahasa Yunani. Jadi konteks perkataan itu harus menentukan
artinya bahkan dalam Perjanjian Lama. Arti
egw eimi, egô
eimi sama dengan ANI HU
yaitu Akulah senantiasa sama, Aku adalah Dia.
Ada
yang mengusulkan agar Yesus Kristus disamakan dengan Anak Manusia, namun
usulan ini sulit diterima karena akan mengaburkan hubungan ayat 24 dan 28,
lagi pula Yesus Kristus tidak pernah berkata secara langsung "Akulah
Anak Manusia". Dalam Yohanes 9:35-37 tersirat kesaksian Yesus Kristus
tentang diri-Nya tetapi
egw eimi, egô eimi tidak dikatakan secara
langsung. Barangkali Yohanes juga tahu bahwa Yesus Kristus hanya memakai
gelar "Anak Manusia" dalam bentuk orang ketiga. Selanjutnya gelar
"Anak Manusia" itu dikaitkan dengan serangkaian gagasan, khususnya
"pengagungan" dan "pemuliaan"; gelar-gelar itu dipakai di
sini sesudah kata kerja
uyow, hupsoô, sedangkan pemakaian
egw eimi, egô
eimi berdiri sendiri.
Sifat
orang Yahudi yang ingin memperlengkapi ucapan itu dengan suatu predikat,
memang betul dari segi tata bahasa, "Siapakah Engkau?"
Kembali
terjemahan Kitab Yesaya dalam Septuaginta merupakan kunci untuk memahami
kedua ucapan Akulah Dia dan juga ucapan dalam Yohanes
13:19. Seperti sebelumnya, bukan kata-kata
egw eimi, egô
eimi sendiri, melainkan perumusan kata-kata yang menyertai ucapan itu,
yang memberi kunci untuk menafsirnya. Kedua frasa tahu bahwa dan
percaya bahwa yang dikaitkan dengan
egw eimi, egô
eimi tampaknya mencerminkan bagian kedua dari Yesaya 43:10.
§
Yesaya 43:10, "'Kamu inilah
saksi-saksi-Ku,' demikianlah firman TUHAN, 'dan hamba-Ku yang telah Kupilih,
supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap
Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak
akan ada lagi.'"
Ben Asher Morphological Text, "ATEM {kamu} EDAY {saksi-saksi-Ku} NE'UM-YHWH {firman TUHAN} VE'AVDI
{dan abdi-Ku} ASYER {yang} BAKHARTI {Aku sudah memilih} LEMA'AN {supaya} TED'U
{kamu mengetahui} VETA'AMINU {dan kamu
percaya} LI {kepada-Ku} VETAVINU {dan kamu mengerti} KI-ANI {karena AKULAH}
HU {DIA}
LEFANAY {sebelum Aku} LO-NOTSAR {tidak dibentuk} EL {Allah} VE'AKHARAY
{dan lain dari Aku} LO {tidak} YIHYEH {ada}"
Septuaginta,
"genesqe {menjadi}
moi {-Ku}
martureV {saksi-saksi}
kagw {dan -Ku}
martuV {saksi}
legei {firman}
kurioV {Tuhan}
o qeoV {Allah}
kai {dan}
o paiV {hamba}
on {yang}
exelexamhn {Aku sudah memilih}
ina {supaya}
gnwte {mengetahui}
kai {dan}
pisteushte
{percaya}
kai {dan}
sunhte {mengerti}
oti {bahwa}
egw {AKU}
eimi {ADA}
emprosqen
{sebelum}
|